Rossi Akui Lorenzo dan Duo Honda Sangat Cepat

SEPANG, KOMPAS.com — Valentino Rossi mampu membuat kemajuan pada hari terakhir uji coba resmi kedua pramusim MotoGP 2013 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Kamis (28/2/2013). Sempat tercecer di posisi ketujuh, “The Doctor” mengakhiri hari ketiga tes tersebut dengan berada di urutan keempat.

Rossi mengakui, tiga pebalap terdepan memang sangat cepat, yaitu duo Repsol Honda, Dani Pedrosa dan Marc Marquez, serta rekan setimnya di Yamaha, Jorge Lorenzo. Pada hari terakhir uji coba ini, Pedrosa dan Marquez berada di urutan atas, disusul Lorenzo, yang sehari sebelumnya menjadi pebalap tercepat.

Saya tahu para pebalap Honda sangat cepat, Pedrosa dan juga Marquez, dan Lorenzo sangat, sangat tangguh. Itu artinya jika kami ingin bertarung untuk naik podium, bertarung untuk menang, kami harus memberikan lebih dari 100 persen.
– Valentino Rossi

Melihat bagaimana ketangguhan tiga rivalnya tersebut, Rossi, yang kembali bergabung dengan Yamaha pada musim 2013, mengakui bahwa inilah kenyataan yang dihadapi. Karena itu, juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut menegaskan bahwa dia harus bisa membuat peningkatan untuk bersaing dengan mereka.

Rossi menikmati uji coba pertama di sirkuit ini pada awal bulan Februari karena bisa tampil lagi di trek yang kering bersama YZR-M1 sejak 2010. Namun, selama pekan ini dia cukup frustrasi karena menghadapi sejumlah masalah teknis.

Pada dua hari pertama uji coba resmi kedua ini, Rossi menempati posisi kelima. Tetapi, pada hari terakhir ini, juara dunia sembilan kali grand prix tersebut memperlihatkan kemajuan. Sempat masih di urutan ketujuh saat uji coba tersisa satu jam, mantan pebalap Ducati ini akhirnya bisa menyodok ke atas dan memangkas gap dengan Pedrosa.

“Pada akhirnya saya cukup senang karena pada jam terakhir kami mengalami cukup banyak peningkatan. Saya berada di posisi keempat dan tidak terlalu jauh dari Jorge,” ujar Rossi sebelum meninggalkan Sepang. “Tetapi, secara keseluruhan tes ini agak buruk dibandingkan tes pertama karena kami cukup kesulitan.”

“Kami menghadapi sejumlah masalah selama tiga hari. Hari ini, pada rem, kami kehilangan waktu untuk memodifikasi pengesetan karena motor tidak berhenti dan kemudian setelah satu setengah jam kami memahami bahwa masalahnya di rem. Sistem kehilangan tekanan. Jadi, kami tak beruntung.”

“Dengan demikian, uji coba kali ini tak semulus yang pertama, dan tentu saja semua orang harus mengubah rencana mereka karena hujan pagi ini.”

Meskipun ada sejumlah persoalan, Rossi hanya terpaut 0,070 detik dari Lorenzo untuk catatan waktu terbaik hari Kamis ini. Akan tetapi, setelah melakoni enam uji coba di Sepang, Rossi merasa ada gap antara dirinya dan tiga pebalap pabrik lainnya, dari Honda dan Yamaha.

“Saya memahami bahwa para pebalap Honda sangat cepat, Pedrosa dan Marquez, dan kami melihat terutama kemarin bahwa Lorenzo sangat, sangat tangguh,” ujar Rossi. “Itu artinya jika kami ingin bertarung untuk naik podium, bertarung untuk menang, kami harus memberikan lebih dari 100 persen dan itu akan sangat sulit.”

“Saya sudah tahu ini setelah uji coba pertama, tetapi setelah tes pertama itu saya lebih senang karena ada langkah besar dibandingkan tahun lalu (dengan Ducati). Sekarang ini merupakan kenyataan. Tiga pebalap pertama sangat cepat—Lorenzo dan Pedrosa, serta Marquez—dan tampaknya kami perlu lebih baik lagi.”

“Kami memiliki waktu, ini baru uji coba kedua. Kami memiliki banyak pekerjaan untuk dilakukan dan tentu saja balapan akan berbeda. Ini akan menjadi musim yang sulit, pekerjaan yang sulit, tetapi target akan menarik.”

Seusai uji coba ini, Rossi dan Lorenzo serta para pebalap Honda akan pergi ke Texas untuk melakukan uji coba privat di sirkuit baru Austin pada pertengahan Maret. Setelah itu, mereka kembali akan bergabung dengan para pebalap kontestan MotoGP 2013 untuk mengikuti uji coba resmi terakhir pramusim di Jerez, Spanyol.

“PINGKAN DAN MATINDAS”

(Sebuah Resensi Budaya tentang bagian asal usul dari bangsa Minahasa, yang di angkat dari buku novel yang berjudul “Bintang Minahasa”, diterbikan Balai Pustaka pada dekade thn. 1920an Buah karya Seorang Tou Minahasa Hervesien. M. Taulu. Di bawah pengantar Tugas Sastra Indonesia oleh, Hilda Lokoniaty Olivia Pondaag, Siswi kelas III ilmu alami2 SMA N Tomohon. Aktris terbaik Festival Teater Rohani Pesta seni Remaja se-Sinode GMIM 2007)

Cerita ini dimulai sekitar abad 17 dari daerah Tombuluk minahasa, dibagian dekat daerah tanahwangko yang namanya negri mandolang ( di daerah sekitaran kota manado sekarang). yang mengangkat tentang asal- usul minahasa, orang- orang minahasa, sifat- sifatnya, tatakramanya, pergaulannya, terlebih khusus penggambaran kasih setianya perempuan minahasa kepada suaminya (pasangannya). Dengan menokohkan leluhur minahasa seperti Pingkan, seorang wanita yang terkenal elok parasnya, anggun, peramah kepada semua orang, juga Matindas, adalah seorang Tuama minahasa yang berhasil manaklukkan hati pingkan, ia sangat penyabar, baik hati, suka menolong, pekerja keras tapi anak yatim piatu. Di antaranya juga ada tokoh- tokoh pembantu sepeti ibu pingkan, Rumengan ayah pingkan yang merupakn Tonaas (kepala pemerintahan) daerah Tanahwangkok, Raja Loloda Mokoagow, seorang raja Bolaangmongondow yang adil dan bijaksana, Sora seorang nelayan yang gila harta dan Rotulung tak lain adalah adik kandung dari Rumengan atau paman dari Pingkan sendiri.

Alkisah, ada seorang perempuan minahasa yang sangat dikagumi banyak orang karena memiliki kecantikan yang sangat luar biasa elok parasnya dan baik hati. Kecantikannya sudah terlihat sedari dia masih kanak- kanak sehingga waktu dewasa banyak pemuda yang ingin mempersuntingnya. Namanya adalah Pingkan. ketika pingkan masih berumur 12 tahun dia mengalami sakit keras, penyakit yang cukup sulit untuk di mengerti orang hingga sulit untuk di obati (gurumi). Lalu datanglah seorang pemuda dan menolongnya, dia tidak lain adalah Matindas.

Pada waktu orang tua pingkan melihat matindas, ada sesuatu yang lain dari diri pemuda itu dan yakin bahwa dia mampu menyembuhkan pingkan, ketika pingkan mulai sembuh takjublah mereka dan mengucapkan banyak terima kasih.Waktu terus berjalan, sehingga pingkan dan matindas mulai saling mengasihi dan akhirnya menikah. Satu hari, sebuah patung yang dibuat matindas yang menyerupai istrinya hilang dikarenakan ia pergi bernelayan. Dan sialnya lagi pada waktu itu bangsa mindanau yang dikenal perampok sedang menyerbu tanah minahasa bagian pesisir pantai sehingga matindas tertawan oleh mereka. Istrinya pingkan tidak mengetahui hal tersebut, ia berpikir suaminya pergi untuk mencari nafkah. Dengan sabar pingkan menunggu suaminya dengan sukacita, ia memang istri yang sangat baik, masyarakat sekitarpun senang akan pingkan karena kebaikan pingkan sudah dikenal oleh orang- orang banyak sedari pingkan kecil dulu. Matindas beruntung beristrikan pingkan, semakin hari cinta mereka semakin besar. Pingkan tidak pernah mengeluh oleh keadaan hidupnya bersama matindas, ia berkata matindas memang orang yang sangat miskin kerena latar belakang hidup matindas yang tidak mempunyai saudara dan sudah ditinggalkan oleh orang tuanya. Namun alasan itu tidak menyurutkan perasaan pingkan untuk hidup bersama- sama matindas didunia ini. “Kekayaan dan kemulian, boleh hilang sebentar saja, tetapi kasih sayang pingkan kepada matindas takkan hilang dirundung waktu”. Tiada dengan matindas, pingkan serasa mati lekas.

Tanpa sepengetahuan pingkan, patung hilang yang mirip akan dirinya itu telah ditemukan oleh seorang nelayan. Patung itu telah diserahkan kepada seorang Raja dari bolaang mongondow yang bernama Loloda Mokoagow. Raja itu sangat tertarik dengan patung yang diterimanya, sampai- sampai istri- istrinyapun tidak dihiraukan lagi. Suatu ketika ia bermimpi tentang seorang wanita yang menyerupai patung itu, dan ia sangat terpesona dengan pingkan. Kemudian ia menyuruh perajurit- perajuritnya untuk mencari wanita itu. Setelah perajurit- perajurit raja itu menemukan pingkan, mereka membujuknya yang diwakili oleh seorang yang bernama Sora (penasihat Raja yang sangat gila harta) untuk menemui raja Loloda. Tapi sangat disayangkan pingkan tidak menghiraukan semua yang dikatakan oleh perajurit raja. Karena dia menanggap cinta tidak bias dibeli dengan uang, peristiwa inipun diceritakan pingkan kepada suaminya yang telah bebas dari tawanan dan dengan sangat beratnya pelarian diri dari bangsa mindanau itu. Matindas sangat terharu dan mengijinkan pingkan istrinya untuk memilih mana yang terbaik bagi dirinyadan mereka berdua. Tetapi pingkan tetap pada pendiriannya dan matindaslah yang terbaik bagi kehidupannya baik masa lalu, sekarang bahkan sampai selama- lamanya. Kemudian mereka pindah ke Maaron (daerah sekitar wilayah kema, Minahasa utara) dan disanalah mereka hidup bahagia dan matindas menjadi Tonaas disana.

Galeri Foto Minahasa: HUT Pekabaran Injil & Pendidikan Kristen GMIM 12 Juni 1831

 
Zendeling J.F. Riedel & J.G. Schwarz
12 Juni 1831.
Keduanya orang Jerman (bukang orang Blanda kasiang!!!!)

J.F. Riedel – Rasul Tondano.
Kubur zendeling J.F. Riedel & H.W. Nooij di Toulimambot – Tondano.
Rumah & gereja zendeling J.G. Schwarz di Langoan tahun 1847.
Tampak Schwarz bersama keluarga sedang keluar dari dalam rumah.
Kubur zendeling J.G. Schwarz di Langowan, Mei 2006.
zendeling Ds. Nicolaas Philip Wilken
Zendeling (penginjil) di Tomohon.
kubur Nicolaus Ph. Wilken di Talete I Tomohon.
Koleksi Demsi.
Pendeta Ds. Jan Louwerier. Pendeta resort Tomohon awal abad XX.
zendeling S.D. van der Velde van Cappellen, zendeling te Amoerang.
Kubur Ds. Eduard W.G. Graafland di Bitung – Amurang.
Anak dari Ds. Nicolaas Graafland.
Rumah zendeling K.T. Herrmann di Buyungon – Amurang tahun 1847.
Tampak K.T. Herrmann baru keluar dari rumahnya.
Sekarang kompleks SD GMIM/Markas Polisi Militer Amurang.
Kubur zendeling Karl Traugott Herrmann di pekuburan Ranoiapo – Amurang.
Rumah zendeling Siebold Ulfers di Kumelembuai – Minsel.
Ds. Johann Albert Traugott Schwarz (Anak dari zendeling J.G. Schwarz).
Pendeta di jemaat Sonder, Kawangkoan, dll.
Ahli bahasa Tountemboan.
zendeling di Airmadidi.
Gereja Protestan di Tomohon abad ke-19.
Gereja Sion Tomohon sekarang ini terletak di belakang gedung gereja tersebut.
Gereja di Lalumpei Tondano sekitar tahun 1855.
Sumber: MNZG 1855-7.
Gereja Centrum Manado tahun 1910.
Gereja Protestan Langowan tempo doeloe (Sekarang GMIM Centrum Schwarz Langowan).
Gereja Protestan Tondano tahun 1930.
Gereja Protestan Tondano tahun 1945 dibom sekutu di Liningaan.
Gereja Immanuel Bahu tahun 1930-an.
Gereja Protestan (Sion) Tomohon pada saat berdirinya GMIM tahun 1934.
Gereja Protestan Sion Tomohon tahun 1934.
Seluruh pendeta & penolong-injil GMIM beserta Ketua Sinode Ds. G.P. Locher
berfoto di depan Gereja Sion tahun 1941.
Rumah Sakit ’Bethesda’ di Kamasi Tomohon waktu Pergolakan Permesta tahun 1958.
Eks Kantor Sinode pertama kali.
Ketua Sinode GMIM pertama Ds. Ernst A.A. de Vreede (1934-1935).
Ketua Sinode GMIM ke-4: Ds. G.P. Locher (1941-1942).

Atletico Tantang Madrid di Final Copa del Rey

SEVILLA, KOMPAS.com – Atletico Madrid menantang Real Madrid di final Copa del Rey. Atletico ke final, setelah bermain imbang 2-2 lawan Sevilla di leg kedua semifinal. di Stadion Ramon Sanchez, Rabu atau Kamis (28/2/2013). Hasil itu membuat Atletico unggul 4-3 secara agregat.

El Derbi Madrileno di final Copa del Rey akan digelar pada 18 Mei 2013. Madrid sebelumnya meraih tiket final setelah mengempaskan Barcelona.

Atletico yang pada leg pertama meraih kemenangan 2-1 memang terlihat tangguh meski tampil di kandang lawan. Laga baru berjalan enam menit , Diego Costa berhasil menaklukkan kiper Antonio Beto. Menguasai umpan Raul Garcia, Costa mencari ruang, sebelum melepaskan tembakan yang membuat bola bersarang ke pojok gawang.

Penampilan Costa layak mendapatkan acungan jempol pada pertandingan ini.  Pemain asal Brasil itu membidani gol yang diciptakan Radamel Falcao pada menit ke-20.  Gol ini memperbesar peluang Atletico ke final setelah sementara unggul dengan agregat 4-1.

Bagi Sevilla, hal ini membuat peluang mereka lolos ke final semakin sulit.  Namun, tim besutan Unai Emery ini belum menyerah. Sevilla mampu mencetak gol balasan lewat aksi Jesus Navas pada menit ke-39. Gol berawal dari penetrasi Albero Moreno yang berhasil melepaskan umpan kepada Navas. Dengan cepat, pemain asal Spanyol tersebut melepaskan tembakan yang gagal diantisipasi kiper Thibaut Courtois.

Gol ini sedikit-banyak membuat Sevilla semakin percaya diri. Sayang, usaha mereka untuk membalikkan keadaan semakin berat setelah harus bermain sepuluh pemain menyusul akumulasi kartu kuning yang diterima Gary Medel pada menit ke-76.  Medel mendapatkan dua kartu kuning dalam waktu yang sama. Dia diganjar kartu kuning pertama setelah melanggar Costa dan kemudian menendang Costa saat terjatuh sehingga wasit menghadiahinya kartu kuning kedua.

Atletico berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Ironisnya, mereka justru malah kebobolan oleh gol yang diciptakan Ivan Rakitic pada masa injury time.  Sayangnya, gol tersebut tidak bisa menyelamatkan peluang Sevilla ke babak final. Pasalnya, Sevilla harus bermain dengan sembilan pemain menyusul kartu merah yang diterima Geoffrey Kondogbia. Alhasil, skor 2-2 bertahan hingga laga usai.

Susunan Pemain
Sevilla:
13-Antonio Alberto Beto; 2-Federico Julian Fazio, 23-Jorge Coke, 24-Alberto Botía (Cicinho 70); 7-Jesús Navas, 8-Gary Medel, 11-Ivan Rakitic, 22-Geoffrey Kondogbia, 35-Hector Moreno; 9-Alvaro Negredo, 19-Jose Antonio Reyes (Manu 46)
Pelatih: Unai Emery
Atletico Madrid: 13-Thibaut Courtois; 3-Filipe Kasmirski, 18-Daniel Diaz, 23-Miranda, 5-Tiago (Mario Suarez 24); 8-Raul Garcia (koke 73), 10-Arda Turan, 14-Gabi, 19-Costa Diego, 20-Francisco Juanfran, 9-Radamel Falcao
Pelatih: Diego Simeone

Galeri foto minahasa

  • Buku-buku tua tentang minahasa:

Aasaren Tuah Puhuhna ne Mahasa – oleh J.G.F. Riedel (anak penginjil J.F. Riedel) terbitan Betawih (Batavia) tahun 1870.
Buku ini adalah terjemahan bahasa Toumbulu dari buku Inilah Pintu Gerbang Pengatahuwan Itu: Apatah dibukakan bagi Padodukh Minahasa – Hhikajatnja Tuwah Tanah Minahasa (Inilah Pintu Gerbang Pengetahuan: Sejarah Purba Tanah Minahasa) terbitan tahun 1862.

Inilah Kitab deri hal Tanah Minahasa – oleh Ds. Nicolaas Graafland, terbitan M. Wajt di Rotterdam tahun 1874.
Ini adalah buku teks/bacaan pelajaran Geografi Minahasa untuk anak-anak sekolah di Minahasa masa awal.

Tontemboansche Teksten Jilid I oleh Jan Albert Traugott Schwarz (anak penginjil JG Schwarz) cetakan E.J. Brill Leiden tahun 1907.
Buku ini ada 3 jilid: Jilid I Teks cerita rakyat berbahasa Tountemboan, Jilid II Vertaling terjemahan cerita2 itu dlm bahasa Belanda, Jilid III merupakan penelaahan cerita-cerita rakyat jilid I tersebut.

Sedjarah Minahasa – oleh Frans Sumampouw Watuseke, terbit pertamakali di Manado tahun 1962.

Ancient Art of Minahasa – oleh Hetty Palm terbitan tahun 1952 dan tahun 1961, serta terjemahannya Oude Minahassische Kunst.

Nasionalisme & Regionalisme dalam Konteks Regional: Minahasa di Hindia Belanda bagian Timur – oleh David Henley (disertasi). Terjemahan diselenggarakan oleh Perpustakaan Minahasa AZR Wenas dari buku Nationalism & Regionalism in a Colonial Context: Minahasa in the Dutch East Indies.
Mengulas perkembangan pergerakan nasionalisme ala Minahasa (nasionalisme Minahasa dan nasionalisme pribumi/Indonesia) sepanjang masa sejak 1600-an hingga Permesta 1960an.

  • Foto Evert Langkay-Jan Rappar & No Korompis 19
  • Komandan Pertahanan Laskar KRIS di Jawa:
    Letkol Evert Langkay – Komandan Pertahanan KRIS
    Mayor Jan Rappar – Wakil Komandan

    Dua-dua adalah ex pimpinan gang/preman Batavia yang saling bermusuhan.
    Sampe prang lei dorang dua masih jababakalae.

  • Profil seorang pemberontak: No’ Korompis.
    Seorang pejuang kemerdekaan Indonesia – pejuang Merah Putih 1946.
    Dia dan kawan-kawan merasa dilecehkan dan disakiti hingga membentuk barisan sakit hati yang menuntut keadilan terhadap eks pejuang kemerdekaan RI dari Sulut, bernama Pasukan Pembela Keadilan (PPK). Mulanya dipimpin oleh Sam Mangindaan, namun gugur tahun 1951 dibunuh tentara dari pusat. Setelah itu pimpinan beralih ke No Korompis hingga tahun 1953/54. Setelah No Korompis menyerahkan diri (menyerahkan diri 4x, namun diburu oleh pasukan berlainan, a.l. TNI-AD, polisi, Mobrig, dll), PPK dipimpin oleh Jan Timbuleng hingga pecah Pergolakan Permesta 1958.

Dua Gol Ronaldo Permalukan Barcelona

BARCELONA, KOMPAS.com — Real Madrid berhasil mempermalukan seteru abadi mereka, Barcelona, dengan skor 3-1 pada semifinal leg kedua Copa del Rey di Camp Nou, Selasa atau Rabu (27/2/2013) dini hari WIB. El Real pun otomatis melaju ke final dengan unggul agregat 4-2.

Kemenangan Si Putih tidak terlepas dari penampilan apik Cristiano Ronaldo yang sukses memborong dua gol. Ronaldo membuka rekening golnya dari titik putih pada menit ke-13. Wasit Alberto Mallenco langsung menunjuk titik putih begitu Ronaldo dilanggar Gerard Pique di kotak terlarang. Ronaldo yang menjadi algojo dengan tenang menyarangkan bola ke pojok kiri bawah gawang Barca yang dikawal Jose Manuel Pinto. Hasil ini membuat Madrid untuk sementara unggul dengan agregat 2-1 dan berpeluang besar melangkah ke final.

Tertinggal, Barca menggempur pertahanan Madrid. Pada menit ke-15, Cesc Fabregas dijatuhkan Alvaro Arbeloa di dalam kotak penalti. Namun, wasit tak menilainya sebagai pelanggaran sehingga laga dilanjutkan.

Barca berusaha mengurung Madrid. Namun, Lionel Messi dan kawan-kawan mengalami kesulitan dengan lini pertahanan Madrid yang sejauh ini cukup sigap memotong alur serangan tim tuan rumah. Andres Iniesta mengatasi kebuntuan ini dengan melepaskan bola dari luar kotak penalti. Sayang, usaha Iniesta belum membuahkan hasil karena bola gagal mengenai sasaran pada menit ke-27. Berselang enam menit kemudian, Pedro yang merangsek ke dalam kotak penalti dijatuhkan Xabi Alonso. Namun, untuk kedua kalinya wasit tak menilai insiden tersebut sebagai sebuah pelanggaran.

Madrid berusaha keluar dari tekanan. Serangan balik yang dilancarkan kubu Si Putih beberapa kali cukup berbahaya. Beberapa kali Carles Puyol dan kawan-kawan harus jatuh bangun menghadang serangan tim tamu. Namun, Barca berhasil meredam serangan Madrid hingga akhir babak pertama.

Barcelona nyaris kebobolan pada awal babak kedua. Fabio Coentrao yang melakukan penetrasi di sisi kanan pertahanan Barca berdiri bebas saat menguasai umpan terobosan Alonso. Beruntung, Pinto masih sigap mengamankan bola dari tembakan bek asal Portugal tersebut. Kiper Diego Lopez juga menunjukkan penyelamatan gemilang saat memblok tembakan keras Busquets dari luar kotak penalti pada menit ke-51.

Laga semakin sengit. Kedua tim baku serang. Sebuah penetrasi dari Ronaldo mengancam gawang Barca seandainya tembakannya tidak membentur Pique. Dan, Ronaldo benar-benar berhasil membuat publik Camp Nou terdiam setelah kembali menaklukkan Pinto pada menit ke-57. Berawal dari serangan balik, Di Maria yang dikawal ketat oleh Carles Puyol berhasil melepaskan tembakan. Pinto berhasil memblok tembakan tersebut, tetapi bola jatuh ke kaki Ronaldo. Ronaldo yang berdiri bebas dengan mudah menyarangkan bola ke tengah gawang, sekaligus mengubah skor 2-0 untuk El Real.

Asisten pelatih Barca, Jordi Roura, bereaksi cepat dengan memasukkan David Villa, menggantikan Cesc Fabregas. Sebuah tusukan Pedro nyaris membuahkan hasil seandainya tidak dijatuhkan Coentrao di kotak penalti. Wasit kembali menilai insiden tersebut bukan sebuah pelanggaran.

Impian Barca melaju ke final benar-benar pupus. Gawang Barca untuk ketiga kalinya kembali kebobolan setelah Pinto gagal menghalau tandukan Raphael Varane. Bek asal Perancis itu menyundul bola dari sepak pojok. Gol ini mirip dengan yang diciptakan Varane pada leg pertama di Santiago Bernabeu.

Barca yang harus menciptakan empat gol untuk meraih tiket ke final berusaha keras menciptakan peluang. Usaha mereka membuahkan hasil setelah Jordi Alba menaklukkan Lopez pada menit ke-88. Alba yang menguasai umpan Iniesta berhasil merangsek ke dalam kotak penalti dan menyarangkan bola di sisi kiri gawang Lopez. Itu menjadi satu-satunya gol yang diciptakan Barca pada pertandingan ini. Madrid berhasil menutup dengan skor 3-1. Di babak final, Madrid akan berhadapan dengan Atletico Madrid atau Sevilla.

Susunan Pemain
Barcelona (4-3-3):
13-Jose Manuel Pinto; 2-Dani Alves, 5-Carles Puyol, 3-Gerard Pique, 18-Jordi Alba; 6-Xavi (Thiago 74), 16-Sergio Busquets, 4-Cesc Fabregas (Villa 59); 17-Pedro (Tello 71), 10-Lionel Messi, 8-Andres Iniesta
Pelatih: Jordi Roura (asisten)

Real Madrid (4-2-3-1): 25-Diego Lopez; 17-Alvaro Arbeloa, 4-Sergio Ramos, 2-Raphael Varane, 5-Fabio Coentrao; 14-Xabi Alonso, 6-Sami Khedira; 22-Angel Di Maria, 10-Mesut Oezil, 7-Cristiano Ronaldo; 20-Gonzalo Higuain (Callejon 71)
Pelatih: Jose Mourinho

Wasit: Alberto Undiano Mallenco

 

WALE WATU OPO RUMENGAN {SUSURIPEN} DI GUNUNG MAHAWU

Di Tombulu pada jaman Malesung,terdapat sebuah wale watuyaitu tempat tinggal dari leluhur si penguasa di Gunung Mahawu yakni Rumenganbeserta keturunannya. Konon sebelum di tempati oleh Rumengan Wale watu atau berupa Goa dari batu tersebut telah di tempati oleh opo Toardan Lumimuut serta yang membesarkan anak-anak mereka di tempati, dan setelah anak mereka dewasa maka sebagian menyebar di beberapa gunung yang terdapat di seluruh tanah Malesung hingga berketurunan. Toar dan Lumimuut akhirnya memutuskan si Rumengan yang harus menempati  Wale Watu tersebut sesuai dengan namanya yang berarti Rengan-Rengaan artinya dia yang teratas atas amanah Toar dan Lumimuut tadi maka jelas Rumengan si penguasa serta yang mengawasi di Gunung Mahawu. Akhirnya atas izin Rumengan opo Tumalun yang di beri kuasa oleh Rumengan ikut mengawasi wilayah hutan di Gunung Mahawu dan sempat mendiami Wale watu atau Goa tersebut dalam waktu cukup lama sampai ia dewasa. Wale Watu atau Goa opo Rumengan ini biasanya di sebut dengan Goa Susuripen artinya Goa yang bila kita masuk akan mendapat berupa ruangan atau kamar-kamar yang ruangannya ada yang besar kecil,dan bahkan pintu masuk ruangan sempit. Wale Watu atau Goa Susuripen tersebut pintu masuk goa cukup besar dan bila memasukinya lama kelamaan mengecil hingga sampai di ujung goa terdapat sebuah meja datar sebagai tempat meletakan Sirih-Pinang isthilanya Mahwetang dalam Bahasa Tombulu atau kebiasaan serupa dalam hal kepentingan adat seperti Upacara Rumages di tempat itu oleh para leluhur secara turun-temurun samapai kepada para Walian maupun Tonaas di jaman sekarang sering mangadakan upacara-upacara tersebut. Sebelum masuk pintu goa dari Wale Watu di sebelah kiri terdapat sebuah batu datar yang biasanya di gunakan tempat balapas {Mahweteng} sebagai tanda minta izin atau di sebut Zumigi dengan maksud balapas terlebih dahulu Sirih-Pinang atau lintingan Tembakau yang dilakukan oleh seorang Tonaas dengan maksud agar dapat di izinkan memasuki goa atau wale watu hingga kembali nantinya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan . Wale Watu atau Goa Susuripen Opo Rumengan ini diperkirakan panjannya dari mulut goa hingga ke ujung gua sekitar kurang lebih berjarak 500 meter dengan keadaan gelap-gulitadan dinding goa terdiri dari bebatuan sampai ke ujung goa serta di kiri-kana dinding goa terdapat sumber mata air yang jernih yang biasanya sesuai tradisi masyarakat sekitar atau para Tonaas di pakai dalam keperluan pengobatan bagi orang yang sakit dan keperluan lainnya. Konon secara tradisi kepercayaan adat masyarakat sekitar bahwa bilamana memasuki wale watu atau goa susuripen tersebut tidak diperbolehkan rebut karena dapat terjadi hal hal yang tidak di inginkan seperti orang yang melanggar aturan tersebut bisa tidak kembali lagi atau mendapat pengajaran lainnya. Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa sesunguhnya kita dapat menjaga unsur kesucian gua tersebut dan menandakan bahwa tempat tersebut tidak dengan sembarangan masuk tanpa taat terhadap aturan tradisi yang sudah disebutkan tadi . wale watu opo rumengan menurut keterangan warga masyarakat sekitar yang bercocok tanam di dekat area gua bahwa sangat angker dan menurut pengakuan mereka tidak sembarangan orang yang bisa masuk kecuali orang orang tertentu misalnya para tonaas dan pengikutnya dan misalnya dari jaman dulu sering para pelaku adat melakukan pertapahan di gua itu dengan suatu tujuan tertentu . para tonaas di sekitar gua susuripen tersebut biasanya setelah kembali pulang dari gua dengan membawa air dan benda benda lain yang terdapat di dalam untuk dipakai dalam kepentingan adat seperti yang sudah di sebut tadi WALE WATU OPO RUMENGAN atau GUA SUSURIPEN terletak di perkebunan kelurahan talete sekarang tepatnya di lereng gunung mahawu yang merupakan situs cagar budaya adalah warisan para leluhur  tou minahasa khususnya di tombulu atau tomohon sekarang yang sangat unik serta sangat potensial bagi kepariwisatawan sulut khususnya minahasa di tomohon karena bila dapat di kelola dengan baik oleh pemerintah dalam hal ini pemkot tomohon akan dapat menarik wisatawan untuk datang mengunjungi yang sudah tentu mendapat pemasukan pendapatan kota tomohon jadi hal ini merupakan salah satu asset kepariwisatawan yang ada di tomohon namun sayangnya kenapa pemerintah setempat sampai saat ini belum dapat mencover atau mendatakan situs tersebut padahal sangat sangat POTENSIAL dan merupakan ASET sejarah tou minahasa khususnya di tombulu yang seharusnya di lestarikan . Wale Watu Opo Rumengan tidak kalah bedah dengan gua maharani yang ada di kabupaten tuban jawa timur yang sangat terkenal, unik dan punya nilai sejarah daerah itu dan benar-benar mendapat perhatian serius pemerintah disana dan sangat menghipnotis para wisatawan datang hanya melihat keindahan gua tersebut. Hal ini benar-benar mendapat pemasukan khas daerah tuban melalui dinas pariwisata dan budaya setiap tahunnya. Jadi kiranya pemerintah dapat mengambil contoh daerah lain seperti yang sudah disebutkan tadi dan bila ini diwujudkan tidak menutup kemungkinan Tomohon lebih dikenal khususnya disektor pariwisata dan menambah pemasukan khas daerah tentu demikian sekilas mengenai Wale Watu Opo Rumengan di gunung mahawu. Semoga kita mendapat hikmah dan berbenah bukan hanya pemerintah tetapi juga kita sebagai masyarakat yang harus ikut berjuang membatu demi kelestarian adat dan budaya Tou Minahasa.