AS Menentang Usulan PBB Soal Gencatan Senjata di Gaza

Gaza City, – Dewan Keamanan PBB menemui jalan buntu dalam pembahasan solusi konflik Gaza. Salah satu negara anggota, yakni Amerika Serikat (AS) menentang opsi pemaksaan gencatan senjata untuk mengatasi konflik tersebut.

Terhadap sikap AS tersebut, Rusia mengeluarkan peringatan. Jika usulan yang diajukan negara-negara Arab untuk mengakhiri konflik Israel-Hamas tidak juga disepakati hingga Selasa (20/11) pagi waktu setempat, maka Rusia mengancam akan mengajukan resolusi sendiri.

Resolusi yang diajukan Rusia berisi seruan penghentian aksi kekerasan, mendukung upaya Mesir dalam menerapkan gencatan senjata dan mendorong Israel dan Palestina untuk melanjutkan perundingan mereka yang terhenti. Besar kemungkinan, usulan ini juga akan diveto oleh AS. Demikian seperti dilansir AFP, Selasa (20/11/2012).

Diketahui bahwa AS bersama sejumlah anggota Dewan Keamanan PBB lainnya, seperti Inggris, Prancis, dan Jerman sedikit keberatan dengan usulan resolusi tertulis yang diajukan oleh negara-negara Arab sejak Kamis (15/11) lalu. Alasannya, karena usulan tersebut sama sekali tidak menyebutkan serangan roket dari militan Palestina di Gaza ke wilayah Israel.

Hampir seluruh negara-negara Barat tersebut bersikeras bahwa Israel berhak untuk mempertahankan diri. Sedangkan negara-negara Eropa mendesak otoritas Israel untuk lebih menahan diri.

Perwakilan Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, mengungkapkan rasa frustrasi Otoritas Palestina dan sekutunya terhadap serangan tiada henti dan juga atas mandeknya pembahasan Dewan Keamanan PBB. Terlebih, Dewan Keamanan PBB terkesan tidak bisa mempertahankan posisinya.

“Dewan Keamanan bertanggung jawab untuk menghentikan agresi terhadap warga kami,” tuturnya kepada wartawan setempat.

Duta Besar AS untuk PBB Susan Rice menyatakan, AS sepakat dengan adanya gencatan senjata. Namun opsi tersebut harus disepakati oleh kedua pihak, yakni Israel dan Hamas melalui dialog. Hal ini menurutnya, bisa berlangsung lebih lama dan bukan hanya sesaat saja.

“AS dan sejumlah negara lainnya berupaya sekuat tenaga melalui seluruh jaringan diplomatik yang ada untuk berunding mengakhiri kekerasan ini, melalui sebuah de-eskalasi,” jelas Rice.

Upaya AS ini ditunjukkan melalui tindakan kedua tokoh utama AS, yakni Presiden Barack Obama dan Menlu AS Hillary Clinton, yang selama beberapa hari terakhir intens menghubungi pemimpin-pemimpin negara-negara Timur Tengah untuk mengupayakan perdamaian. Rice menegaskan, AS tidak sepakat dengan opsi gencatan senjata yang dipaksakan untuk kedua pihak. Namun pihaknya masih akan mempertimbangkan usulan negara-negara Arab tersebut.

“Tetap kami akan mempertimbangkan usulan tersebut apakah sejalan dengan tujuan kami mendukung gencatan senjata yang disepakati,” tandasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s