Benitez dan Kaburnya Batas Tradisional Antarklub

Terpilihnya Rafael Benitez dalam waktu cepat guna menggantikan Roberto Di Matteo mengejutkan banyak pihak, terutama para pendukung Chelsea. Bukan karena Benitez pelatih tidak ternama, melainkan lebih karena Benitez walau berasal dari Spanyol pernah melatih Liverpool sebelumnya.

Chelsea dan Liverpool bukanlah “musuh” tradisional bebuyutan dalam kancah sepak bola Inggris. Namun, pernyataan-pernyataan Benitez sebelumnya mengenai “The Blues” di bawah asuhan Jose Mourinho membuat para pendukung Chelsea sakit hati. Apakah ketika memutuskan hendak mengangkat Benitez, pemilik Chelsea Roman Abramovich mempertimbangkan ataupun mengetahui ketidaksukaan para pendukung akan mantan Pelatih Valencia tersebut?

Saya meragukannya. Namun, ini juga sekaligus menunjukkan bahwa sepak bola Inggris sudah tidak lagi menganut garis tradisional pembatas antarklub. Dengan pendukung Chelsea dan juga klub-klub lainnya menyebar ke seluruh dunia, dan tidak lagi terbatas di sekitar stadion tempat klub tersebut berada, kepemilikan sebuah klub tidak lagi ditentukan oleh batas wilayah. Dan karenanya, perpindahan manajer ataupun pemain dari satu klub ke klub lainnya, yang dulunya tabu dilakukan, sekarang berjalan leluasa, hal yang 10-20 tahun lalu tidak banyak dilakukan.

Salah satu contoh klasiknya adalah kapten Liverpool, Steven Gerrard. Dalam buku otobiografinya, Gerrard pernah mendapatkan tawaran untuk pindah ke Chelsea. Dia sudah serius mempertimbangkan tawaran Jose Mourinho tersebut, tetapi pada akhirnya Gerrard menolak kesempatan untuk pindah. Bukan karena tawaran yang kurang menggiurkan, melainkan karena ancaman yang diterimanya dari para pendukung Liverpool.

Itu baru tawaran pindah ke Chelsea, apalagi kalau tawaran itu datang dari Manchester United ataupun klub sekota Everton. Taruhannya adalah nyawa, bukan lagi sekadar uang atau kemewahan lainnya.

Namun, tahun-tahun belakangan kita melihat “resistensi” pendukung klub atas kepindahan bintang mereka ke klub “musuh” makin menurun. Perpindahan Robin van Persie dari Arsenal, tempat dia sudah bermain selama delapan musim, ke Manchester United relatif berlangsung mulus. Bandingkan dengan kepindahan mantan pemain belakang Inggris, Sol Campbell, dari Tottenham Hotspurs ke Arsenal pada tahun 2011.

Walau sebelumnya sudah bermain selama sembilan tahun di Spurs sehingga sudah cukup berjasa bagi klub itu, tetapi persaingan tradisional antara Arsenal dan Spurs membuat perpindahan Campbell kontroversial. Sejak pindah ke Arsenal, setiap kali melawan Spurs, Campbell menjadi bahan olok-olok, makian, dan bahkan ancaman dari pendukung Spurs.

Secara tradisional, permusuhan tim sekota, seperti Manchester United-Manchester City, Spurs-Arsenal-Chelsea, Everton-Liverpool, Newcastle-Sunderland, dan AstonVilla-Birmingham, membuat pemain atau manajer jarang sekali pindah langsung dari satu klub ke klub musuhnya. Kalaupun pindah, mereka biasanya pindah dulu ke klub lain, sebelum kemudian bermain untuk musuh bebuyutan klub asal mereka.

Pemain Inggris Michael Owen pernah melakukannya. Setelah memperkuat Liverpool, Owen pindah ke Real Madrid dan Newcastle, sebelum bermain untuk Manchester United. Belakangan, selain Robin van Persie, pemain asal Argentina, Carloz Tevez, langsung pindah dari Manchester United ke Manchester City. Tidak banyak terdengar gejolak. Ini juga disebabkan karena prestasi Manchester City tidak setara dengan Manchester United.

Gejolak pasti lebih besar bila ada pemain yang pindah sebaliknya dari Manchester City ke Manchester United karena mereka akan dilihat sebagai “pengkhianat”.

Apakah juga contoh Tevez, Van Persie, dan Benitez adalah karena mereka bukan orang Inggris, yang tidak lagi bisa merasakan nilai-nilai permusuhan tradisional? Ataukah memang, dengan begitu internasionalnya sepak bola sekarang ini, nilai permusuhan itu tidak lagi relevan? (L Sastra Wijaya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s