Kematian Ryo, Hadiah Pilu Ultah Ibunda

TERGENAPI sudah, pemakaman Aryono Linggotu (26) berjalan lancar. Meski demikian gurat kesedihan keluarga terlihat jelas, Minggu (25/11) sekitar pukul 16.00 Wita di Kubur Banjer Lingkungan II.

Semua mata memandang ketika jazad Ryo dimasukkan ke liang lahat, pun demikian Putra Lingguto (4) anak semata wayangnya atas pernikahannya dengan Anisa juga demikian. Ia mendadak menjadi pusat perhatian. Warga berbisik dalam mengungkapkan rasa keprihatinannya.

Tak ada rasa sedih sedikitpun terpancar dari wajah Putra saat prosesi tabur bunga. Wajahnya yang polos seolah tak menunjukkan bahwa ayahnya telah tiada untuk selama-lamanya.

Ibunda Ryo, Rusniwi (54) terlihat jelas terpukul. Matanya yang sembab tak bisa ia sembunyikan. Beberapa kali syal di leher ia gunakan untuk mengusap air mata. “Ibu Selasa besok (27/11) harusnya dapat kado ultah yang besar, umur saya genap 54 tahun, tapi malah besar yang seperti ini,” ujarnya dengan suara parau, air matanya hampir tumpah namun ia berusaha menahannya.

Menurut Rusniwi ketika ia ultah anaknya tak pernah lupa untuk memberikan hadiah. “Biasanya makan-makan besar, ia mengajak sekeluarga untuk makan bersama, tapi…..(Terhenti) mungkin ini sudah jalan Tuhan,” jelas dia.

Ketika ditanya apakah sebelum kematian anaknya ia mendapatkan firasat. Rusniwi mengaku tak ada pertanda apapun. Namun ia ingat, seminggu terakhir sebelum bekerja dan setelah pulang kerja selalu mencium kening istrinya. “Sempat dalam hati bertanya kok tak seperti biasanya, namun mungkin keluarga yang ia bangun makin harmonis,” katanya.

Anisa istri Ryo tak tampak di pemakaman, menurut Rusniwi menantunya sudah tak kuat untuk melihat suaminya dimakamkan. Selama pesemayaman memang istri Ryo tak henti-hentinya menangis.

Bukan hanya rekan-rekan sekerja, Ryo yang dikenal baik juga meninggalkan kepedihan yang mendalam bagi keluarga. Rusniwi ingat, anaknya tak pernah sekalipun marah, bahkan ketika ada hal yang keliru dan ngomel-ngomel Ryo mengingatkannya agar mengurangi kemarahan.

Ryo pergi meninggalkan satu istri dan satu anak, juga kenangan akan keramahan, pribadi yang rendah hati serta kebaikan. Selamat jalan sahabat, rekan-rekanmu tak kan lupa untuk selalu mendoakanmu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s