Kasih Sayang

Apa Itu Kasih, Sayang, Dan Cinta

Tiga perkataan yang nampak seakan sama untuk diterjemahkan, namun jika diteliti membawa kepada pengertian yang sangat berbeza. Pengertian tiga perkataan ini memberikan makna yang sangat mendalam untuk difahami. Emosi dan tindakan juga sebenarnya menggambarkan bahawa kasih, sayang dan cinta mempunyai perbezaan walaupun sedikit.

Kasih..

Kita sering mengucapkan kalimah basmalah yang membawa maksud “Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Mengasihani”. Allah SWT sebenarnya sangat mengasihi kita sebagai hambaNya. Dan jika kita halusi mengapa Allah SWT mengasihi manusia sudah tentu hanya kerana Allah SWT mempunyai belas kasihan terhadap hambaNya. Rasa kasih sebenarnya terselit rasa belas kasihan terhadap seseorang. Begitu juga Allah SWT mengasihi kita selayaknya kerana kita lemah dan perlu dikasihani.

Dalam hubungan sesama manusia, kasih kadang-kadang menjadi titik bermulanya rasa sayang dan seterusnya rasa cinta. Dari kasihan akan terbit rasa sayang yang begitu kuat. Sebab itu dalam Bahasa Melayu perkataan kasih selalunya digabungkan sekali dengan perkataan sayang. Jadi tidak hairanlah mengapa Rasulullah sendiri berkahwin dengan isteri-isterinya yang banyak kekurangan. Rasa belas kasihan kerana tidak mampu melihat kesusahan wanita-wanita yang kehilangan suami kerana syahid telah mengangkat baginda untuk menyayangi dan mencintai mereka sebagai isteri.

Sayang..

Perkataan yang sukar untuk dibezakan dan diterjemahkan terutama dalam hubungan perasaan sesama manusia. Menyayangi seseorang belum tentu mencapai tahap mencintai kerana menyayangi lebih luas skopnya berbanding mengasihi. Anda mungkin menyayangi sahabat anda, keluarga anda, guru anda atau sesiapa sahaja. Tetapi berbeza jika anda mengatakan bahawa anda menyayangi isteri anda. Kerana rasa sayang kepada isteri sebagai teman hidup memberikan maksud anda mencintai pasangan anda sedalam-dalamnya.

Namun fahamilah, sebenarnya rasa sayang sudah memadai untuk anda melihat pengorbanan yang bakal dilakukan oleh orang yang menyayangi anda. Pengorbanan yang mungkin dilakukan luar dari kebiasaan emosi manusia. Rasa sayang akan memberikan kesan yang berpanjangan sama ada anda sebagai orang yang menyayangi dan disayangi kerana rasa akan dapat dihalusi wujudnya keikhlasan dalam setiap tindakan yang dilakukannya. Keikhlasan inilah yang akan memberikan rasa sayang berpanjangan dan terus mendoakan kebahagiaan untuk orang yang tersayang.

Cinta..

Percintaan sudah tentu dikaitkan dengan rasa kasih sayang. Menggambarkan bahawa bila menyebut cinta sudah tentu akan ada rasa kasih dan sayang kepada seseorang. Bila mencintai seseorang, tersiratnya anda mempunyai rasa sayang yang ikhlas dan menerima diri pasangan anda seadanya. Anda hanya memikirkan dirinya, perkongsian hidup bersama dan juga kebahagiaan masa depan bersama.

Cinta terlalu kompleks untuk dihuraikan. Kerana cinta membawa pelbagai istilah yang memberikan maksud yang berbeza. Dalam satu pepatah arab, mendefinisikan cinta itu pekak dan buta. Rasa cinta yang terlalu mendalam akan memekakkan telinga untuk kita menerima segala nasihat daripada orang lain. Segala keputusan kebanyakannya diputuskan sendiri. Cinta juga akan membutakan mata untuk melihat kelemahan-kelemahan pada diri orang yang dicintai sekalipun nampak jelas di mata orang lain.

Cinta mampu memberikan rasa gembira kepada pasangan, tetapi cinta juga memberikan luka yang sukar untuk diubati. Cinta membahagiakan bila berjaya hidup bersama pasangan dan sangat memedihkan bila gagal. Itulah kelebihan dan kelemahan cinta. Kerana pengertian cinta selalunya disandarkan hanya pada manusia. Manusia tidak sempurna. Jika pengertian cinta ini disandarkan pada Allah Yang Esa, sudah pasti tidak akan wujud istilah putus cinta.

Kata-kata Kasih sayang tentunya sangat diperlukan ketika hati kita sedang berbunga-bunga karena jatuh cinta pada sang kekasih hati sebagai bentuk ungkapan rasa cinta yang dalam agar ada kesan romantis dalam menjalin komunikasi antar dua insan yang saling sayang menyayangi.

Kasih sayang dan Cinta mempunyai sejuta rasa, banyak cara bagi seorang anak manusia untuk menyatakan apa yang dirasakan tentang perasaan, cinta, kasih sayang, kecewa atau bahkan kesedihan yang menyebabkan galau dihati, ungkapan itu bisa berbentuk kata-kata cinta, puisi cinta atau bahkan dalam bentuk pantun cita agar terkesan apa yang dikatakan tidak hanya seperti kata-kata Gombal.

Kata-kata Kasih Sayang

Cinta akan hilang jika diambil org. Cinta akan mati jika digenggam rapi. Bagaimana harusku memegangmu?

Pria sejati tidak akan
tergoda oleh wanita lain,
karena mereka terlalu
sibuk memperhatikan dan
mencintai pasangannya..

*) Dalam bahasa inggris : A real man would not be tempted by other women, because they’re too busy paying attention to and loving companion. (Translated by Bing)

Setelah kemarau panjang, hujan pasti datang…Setelah merasakan panasnya siang, pasti berganti dgn dinginnya malam.. Setelah sakit, pasti hadir kesembuhan.. Setelah sedih, pasti muncul kebahagiaan..Dan tentunya setelah kesulitan melanda, akan datang pula kemudahan..

*) Dalam bahasa inggris : After a long drought, rain would come …After feeling the heat of the day, certainly changed with the chill of the night … After illness, must be present healing …After the sad, certainly appeared happiness. “.And of course after trouble struck, will come too easy … (Translated by Bing)

 

 

Aku tau, hatiku sedang merindukan sesuatu yang tak pasti. Namun aku tau bila hatiku sering terluka, aku tau apa maknanya.. Sayangnya, aku telah memberi pinjaman pada setiap yang tak menghargainya.. Ya, itulah salah dan kealfaan diriku sebagai penjaga hati..
# pemberian yang tak dihargai 😥

 

Andai hati di lukai tiada maaf ku beri
biar aku bersendiri menanti kasih abadi
sesunngguhnya tiada dua
cintaku hanyalah satu
ku genggam ke akhir hayatku
kerna kau segalanya,……sayang.
♥ Bila ada yg Sayang , Jgn dlukai hatinya …
♥ Bila ada yg Cinta , Jgn teteskan air matanya …
♥ Bila ada yg Menanti , Jgnlah pergi mninggalknnya …
♥ Bila ada yg Kasih , Jgn membenci …
♥ Bila dia pergi , Carilah ia selagi dia berarti …
Ku ingin kau tahu ,
Ku mncntai mu,
Ku ingin kau tau ku mnyayangi mu,
mmang jln idup kta brbeza.
aku hnyalh insan biasa.
Yg tak prnh luput dri rasa cnta.
Namun slh kh bla aku mncntai mu.!
Ku tgu kau ku tgu,
wlau sampai akhir hayat ku ini!!
Belajar utk khilangannya, andai dia bkn jodohmu. Belajar utk tabah, andai dia pergi dari hidupmu. Belajar utk menerima hakikat yg dia bkn mlikmu. Belajar utk brhenti menyayanginya , andai cinta nya bkn utkmu. Belajar utk mlupakannya, andai dia tidak mngingatimu. Belajar utk menerima cinta lain, krna dia hnya tggal knangan 🙂
Jika cinta ini menyakiti mu………, Aku hanya mampu minta maaf………..
Jika cinta ini menyiksa mu………, Aku rela mundur diri…………..
Aku rela melepas kan mu meski pun aku sayang kamu………
Aku t’ ingin melihat mu terus”an tersakiti oleh cintaku ini………….
Ku do’akan agar kau bahagia disisi pilihanmu……….
Sayang, Aku ingin menjadi mimpi indah dalam hidup mu ♥
Sayang, aku ingin jadi sesuatu y bisa kau rindu dan sentuh ♥
Sayang, hanya diri mu yang bisa membuat ku tenang ♥
Sayang, tanpa diri mu kukan merasa hilang ♥
Apa yang harus ku lakukan.. untuk aku memiliki diri mu..
Sayang, kau di sana dan aku di sini..
Mungkin sudah suratan..
Aku hanya mampu mengenali diri mu.., tapi bukan untuk memiliki diri mu..

Belajar tentang Kasih ..

 Hal apa yang akan anda pikirkan apabila anda mendengar kata kasih? Banyak orang akan memikirkan tentang suatu hubungan. Dan itu adalah benar. Ada beberapa macam kasih:
  1. Kasih yang tidak bersyarat/kasih Ilahi (Agape)
  2. Kasih antara suami dan istri atau antara pasangan (Eros)
  3. Kasih dalam keluarga terutama antara anak dan orang tua (Storge)
  4. Kasih sesama teman atau kasih persaudaraan (Phileo)

Bahkan sesungguhnya dalam suatu kasih harus ada objek dimana seseorang dapat menunjukkan kasih dan sayang terhadap objek itu.

Dalam beberapa minggu yang akan datang, kita akan memulai belajar mengenai kasih. Kita akan melihat bagaimana dan kapan kita dapat mempraktekkan kasih yang lemah lebut, kasih yang teguh, kasih setia dan kasih yang radikal. Minggu ini kita akan membahas apa arti kasih itu.

Pembahasan Mengenal kasih berarti mengenal Tuhan

“Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih” [1Yohanes 4:8]

Cara yang terbaik untuk mendeskripsikan Tuhan tertulis pada ayat diatas. Saat kita memikirkan tentang Tuhan, kita tidak dapat memungkiri fakta bahwa Tuhan itu penuh dengan kasih. Bukti bahwa Dia mengirimkan AnakNya untuk mati di atas kayu salib untuk menebus segala dosa dan pelanggaran kita menunjukkan bahwa Dia sangat mengasihi kita dan tidak mau kita terpisah denganNya (Yohanes 3:16). Dia adalah Bapa yang menginginkan anak-anaknya untuk selalu dekat denganNya.

Allah dan kasih selalu bersamaan. Sama seperti siang dan matahari. Tidak mungkin bisa ada siang tanpa matahari. Begitu pula bila ada matahari, selalu ada siang. Mereka tidak dapat dipisahkan. Begitulah halnya Allah dan kasih. Bila kita melihat lebih dalam lagi mengenai kasih, kita akan menyadari bahwa kasih tidak dapat dilihat dan tidak dapat disentuh, namun dapat kita rasakan dalam hati kita. Allah pun sama. Walaupun kita tidak dapat melihat dan menyentuhNya, kehadiranNya dapat kira rasakan dalam hati kita.

Kasih dapat diwujudkan dalam kepribadian dari Allah. Alasan kita dapat mengasihi adalah karena Dia sudah terlebih dahulu mengasihi kita [1Yohanes 4:19]. Saat Allah menciptakan kita sesuai dengan gambaran Allah sendiri, kita pun membawa kasihNya dalam diri kita. KasihNya dalam dan lebar. Rasul Paulus mengatakan bahwa tidak ada apapun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah dalam Kristus Yesus.

Yesus memberikan sebuah perumpamaan dalam Lukas 15 mengenai anak yang hilang. Dalam perumpamaan ini, digambarkan mengenai kasih seorang Bapa kepada anakNya. Walaupun sang anak mengabil setengah dari harta warisan bapanya (dalam beberapa tradisi, hal ini menunjukkan bahwa sang anak ingin agar bapanya cepat meninggal)dan meninggalkan bapanya. Namun bapa dari anak itu tidak berhenti berharap dan berbaikan dengan anaknya. Saat dia melihat anaknya dari jauh, dia berlari, memeluk dan mencium anaknya. Allah itu seperti bapa dalam cerita ini. Dia begitu mengasihi kita dan tidak akan membiarkan kita untuk mengambil jalan yang salah. Itulah alasan mengapa Dia mengirimkan anakNya untuk mati menebus dosa kita.

Kekristenan merupakan suatu hubungan kasih antara Allah dan umatNya. Kekristenan bukan hanya melakukan rutinitas agama tetapi adalah hubungan kita dengan Allah. Anak-anak Skewa mencoba mengusir setan dalam nama Tuhan Yesus (mengira bahwa itu adalah bagian dari ritual agama) namun mereka tidak berhasil [Kis 19:16] oleh karena mereka tidak memiliki hubungan dengan Tuhan. Tanpa hubungan dengan Tuhan, perjalanan kekristenan kita hanyalah aktifitas keagamaan yang tidak memiliki arti yang sesungguhnya yaitu hubungan kasih.

Kasih itu kekal dan tidak pernah gagal

“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan.” [1Korintus 13:4-8]

Allah itu kekal. Oleh karena itu, kasih yang sejati itu kekal. Kasih Allah tidak pernah gagal. Walaupun manusia melakukan banyak dosa sejak adam melakukan pelanggaran, kasih Allah kepada kita tidak pernah berhenti. Tidak peduli apapun yang kita pernah lakukan, tidak ada suatu hal apapun yang akan membuat Tuhan menutup pintu terhadap kita apabila kita mau kembali kepadaNya. Sebaliknya, kitalah yang sering pergi meninggalkan Allah. Alkitab sudah menunjukkan dengan jelas bahwa kasih Allah tidak akan pernah gagal. Sekali lagi, bukti bahwa Allah mengutus AnakNya yang tunggal untuk datang ke dunia untuk mati bagi dosa kita menunjukkan bahwa Dia sangat mengasihi kita. Tidak ada hal apapun yang dapat membayar segala hal yang Tuhan sudah lakukan demi kita. Dan Dia melakukan semua itu atas dasar kasihNya kepada kita. Kasih Allah itu tak bersyarat dan tidak mementingkan diri sendiri tetapi selalu mementingkan orang lain.

Dalam kehidupan sehari-hari sekarang ini, kasih memiliki arti yang lain dan banyak ketentuan yang diasosiasikan dengan kasih itu sendiri. Mungkin anda sering mendengar “Saya mengasihi kamu kalau kamu melakukan perintah saya” atau “Saya mengasihi kamu kalau kamu memberikan…..” Itulah alasan mengapa banyak pernikahan yang tidak dapat bertahan lama. Karena didasari oleh kasih yang bersifat kemanusiaan. Dunia ini menunjukkan kasih yang mementingkan diri sendiri. Hubungan pertama di dunia ini adalah suatu ikatan pernikahan [Kejadian 2:24] dan saksi dari sebuah pernikahan adalah Allah sendiri. Jika anda ingin mengetahui berapa kuatnya pernikahan anda, anda harus melihat berapa banyak anda sudah mengijinkan Tuhan mengambil bagian dalam pernihakan anda. Semakin kita terbuka kepada Tuhan, semakin besar kasih Allah mengalir dalam hidup kita.

Tuhan mau kita mengasihi bukan dengan kekuatan kasih kita sendiri. Dia mau kita mengasihi dengan kasihNya yang tak bersyarat kasih Agape. Kasih Agape Allah tidak pernah gagal. Saat kita mengasihi pasangan atau anak kita dengan kasih Agape, kita dapat mengasihi mereka tanpa melihat kekurangan ataupun kesalahan mereka. Apakah kita akan tetap mengasihi pasangan kita walaupun mereka sudah tua? Apakah kita mengasihi anak kita walaupun mereka tumbuh dewasa dan tidak lagi mau mendengar nasehat kita? Bila kita mengijinkan Tuhan menjadi pusat dalam hubungan kita, Tuhan mengikat hubungan kita dengan kasihNya dan membantu kita untuk dapat memiliki kasih yang tak bersyarat.

Bila kita melihat lebih jelas dalam ayat 1 Korintus 13:4-8, kita dapat melihat arti kasih. Dan arti kasih itu akan membuat kita mengerti mengapa kasih Allah tidak pernah gagal. Bila kita mempraktekkan arti kasih tersebut dalam hubungan kita, kita akan dapat menemukan cara untuk mengasihi dengan kasih Agape dan ini akan membawa kita untuk menjalani hubungan yang kekal.

Aku rindu masa kecilku

Hidupku selalu dihiasi dengan berjuta kenangan .

Aku masih ingat dulu ketika aku masih kecil, aku selalu hidup dalam kasih sayang orang tua dan orang-orang yang selalu menyayangiku, dulu aku merasa bahwa dunia ini adalah milikku, karena dimanapun aku berada maka disitulah orang-orang menyambutku dengan rasa penuh kebahagiaan dan kasih sayang, aku selalu dimanja dalam masa kanak-kanakku dahulu, hingga aku merasakan seakan dunia ini begitu indah karena dipenuhi dengan kasih sayang, namun ketika aku beranjak dewasa dan meninggalkan masa kanak-kanakku, aku baru merasakan betapa  jauhnya pebedaan kasih sayang yang ku alami, dulu orang-orang selalu menuruti semua kemauanku hingga apapun yang aku minta selalu mereka kabulkan, namun sekarang sangat sedikit orang yang mau mengerti kemauanku, dulu sewaktu aku kecil orang selalu mendengarkan ocehan manjaku, namun sekarang itu hanya tinggal kenangan yang selalu menghiasi hari-hariku karena sekarang sudah tidak ada teman lagi yang sudi mendengarkan curahan hatiku, sewaktu kecil dulu aku selalu ditemani oleh ibuku, beliau selalu menjagaku ketika aku tidur, beliau selalu memberikan dongeng sebagai pengantar tidurku, namun sekarang masa itu tidak aku rasakan ketika aku telah beranajak dewasa.

Kini setelah aku dewasa, aku merasa sendirian padahal banyak orang yang disampingku, kini aku merasa bahwa hidup ini seakan tiada kasih sayang lagi karena tidak aku dapati kasih sayang seperti dulu lagi, aku rindu pada masa-masa kecilku dulu, aku rindu belaian dan dongeng ibu sebagai pengantar tidurku, aku rindu pada mainan-mainan kecilku, ingin sekali aku mengulang masa-masa kecilku, namun aku sadar bahwa itu tidak mungkin terjadi, karena sekarang aku sudah beranjak dewasa dan ini adalah masa dimana aku harus memulai mengukir sejarah kehidupanku didunia ini, demi masa depanku maka akan ku tinggalkan masa-masa laluku, demi keberhasilan hidupku akan aku tinggalkan mainan-mainan kecilku dulu, dan demi harapanku maka aku tidak akan mengharapkan kasih sayang orang lain lagi tapi akan aku bagikan kasih sayangku kepada semua orang, agar hidupku ini dipenuhi dengan kasih sayang.

sekarang aku hidup dalam pengharapan, aku berharap suatu saat nanti akan ada teman yang mau mengembalikan semua yang dulu pernah aku rasa dahulu, teman pendamping yang selalu mendengarkan curahan hatiku, teman yang selalu ada ketika aku membutuhkannya, teman yang selalu memberikan motivasi dalam hidupku, teman pendamping yang selalu menasehatiku dalam kebaikan dan kesabaran, aku yakin dia akan datang seiring dengan berjalannya waktu, karena aku yakin bahwa Allah selalu mendengarkan Doa-doaku dalam setiap sujudku. Aku yakin dia pasti datang…

Aku rindu masa kecilku

Hidupku selalu dihiasi dengan berjuta kenangan .

Aku masih ingat dulu ketika aku masih kecil, aku selalu hidup dalam kasih sayang orang tua dan orang-orang yang selalu menyayangiku, dulu aku merasa bahwa dunia ini adalah milikku, karena dimanapun aku berada maka disitulah orang-orang menyambutku dengan rasa penuh kebahagiaan dan kasih sayang, aku selalu dimanja dalam masa kanak-kanakku dahulu, hingga aku merasakan seakan dunia ini begitu indah karena dipenuhi dengan kasih sayang, namun ketika aku beranjak dewasa dan meninggalkan masa kanak-kanakku, aku baru merasakan betapa  jauhnya pebedaan kasih sayang yang ku alami, dulu orang-orang selalu menuruti semua kemauanku hingga apapun yang aku minta selalu mereka kabulkan, namun sekarang sangat sedikit orang yang mau mengerti kemauanku, dulu sewaktu aku kecil orang selalu mendengarkan ocehan manjaku, namun sekarang itu hanya tinggal kenangan yang selalu menghiasi hari-hariku karena sekarang sudah tidak ada teman lagi yang sudi mendengarkan curahan hatiku, sewaktu kecil dulu aku selalu ditemani oleh ibuku, beliau selalu menjagaku ketika aku tidur, beliau selalu memberikan dongeng sebagai pengantar tidurku, namun sekarang masa itu tidak aku rasakan ketika aku telah beranajak dewasa.

Kini setelah aku dewasa, aku merasa sendirian padahal banyak orang yang disampingku, kini aku merasa bahwa hidup ini seakan tiada kasih sayang lagi karena tidak aku dapati kasih sayang seperti dulu lagi, aku rindu pada masa-masa kecilku dulu, aku rindu belaian dan dongeng ibu sebagai pengantar tidurku, aku rindu pada mainan-mainan kecilku, ingin sekali aku mengulang masa-masa kecilku, namun aku sadar bahwa itu tidak mungkin terjadi, karena sekarang aku sudah beranjak dewasa dan ini adalah masa dimana aku harus memulai mengukir sejarah kehidupanku didunia ini, demi masa depanku maka akan ku tinggalkan masa-masa laluku, demi keberhasilan hidupku akan aku tinggalkan mainan-mainan kecilku dulu, dan demi harapanku maka aku tidak akan mengharapkan kasih sayang orang lain lagi tapi akan aku bagikan kasih sayangku kepada semua orang, agar hidupku ini dipenuhi dengan kasih sayang.

sekarang aku hidup dalam pengharapan, aku berharap suatu saat nanti akan ada teman yang mau mengembalikan semua yang dulu pernah aku rasa dahulu, teman pendamping yang selalu mendengarkan curahan hatiku, teman yang selalu ada ketika aku membutuhkannya, teman yang selalu memberikan motivasi dalam hidupku, teman pendamping yang selalu menasehatiku dalam kebaikan dan kesabaran, aku yakin dia akan datang seiring dengan berjalannya waktu, karena aku yakin bahwa Allah selalu mendengarkan Doa-doaku dalam setiap sujudku. Aku yakin dia pasti datang…

Aku rindu masa kecilku

Hidupku selalu dihiasi dengan berjuta kenangan .

Aku masih ingat dulu ketika aku masih kecil, aku selalu hidup dalam kasih sayang orang tua dan orang-orang yang selalu menyayangiku, dulu aku merasa bahwa dunia ini adalah milikku, karena dimanapun aku berada maka disitulah orang-orang menyambutku dengan rasa penuh kebahagiaan dan kasih sayang, aku selalu dimanja dalam masa kanak-kanakku dahulu, hingga aku merasakan seakan dunia ini begitu indah karena dipenuhi dengan kasih sayang, namun ketika aku beranjak dewasa dan meninggalkan masa kanak-kanakku, aku baru merasakan betapa  jauhnya pebedaan kasih sayang yang ku alami, dulu orang-orang selalu menuruti semua kemauanku hingga apapun yang aku minta selalu mereka kabulkan, namun sekarang sangat sedikit orang yang mau mengerti kemauanku, dulu sewaktu aku kecil orang selalu mendengarkan ocehan manjaku, namun sekarang itu hanya tinggal kenangan yang selalu menghiasi hari-hariku karena sekarang sudah tidak ada teman lagi yang sudi mendengarkan curahan hatiku, sewaktu kecil dulu aku selalu ditemani oleh ibuku, beliau selalu menjagaku ketika aku tidur, beliau selalu memberikan dongeng sebagai pengantar tidurku, namun sekarang masa itu tidak aku rasakan ketika aku telah beranajak dewasa.

Kini setelah aku dewasa, aku merasa sendirian padahal banyak orang yang disampingku, kini aku merasa bahwa hidup ini seakan tiada kasih sayang lagi karena tidak aku dapati kasih sayang seperti dulu lagi, aku rindu pada masa-masa kecilku dulu, aku rindu belaian dan dongeng ibu sebagai pengantar tidurku, aku rindu pada mainan-mainan kecilku, ingin sekali aku mengulang masa-masa kecilku, namun aku sadar bahwa itu tidak mungkin terjadi, karena sekarang aku sudah beranjak dewasa dan ini adalah masa dimana aku harus memulai mengukir sejarah kehidupanku didunia ini, demi masa depanku maka akan ku tinggalkan masa-masa laluku, demi keberhasilan hidupku akan aku tinggalkan mainan-mainan kecilku dulu, dan demi harapanku maka aku tidak akan mengharapkan kasih sayang orang lain lagi tapi akan aku bagikan kasih sayangku kepada semua orang, agar hidupku ini dipenuhi dengan kasih sayang.

sekarang aku hidup dalam pengharapan, aku berharap suatu saat nanti akan ada teman yang mau mengembalikan semua yang dulu pernah aku rasa dahulu, teman pendamping yang selalu mendengarkan curahan hatiku, teman yang selalu ada ketika aku membutuhkannya, teman yang selalu memberikan motivasi dalam hidupku, teman pendamping yang selalu menasehatiku dalam kebaikan dan kesabaran, aku yakin dia akan datang seiring dengan berjalannya waktu, karena aku yakin bahwa Allah selalu mendengarkan Doa-doaku dalam setiap sujudku. Aku yakin dia pasti datang…

*Bahasa kasih
Kata-kata dan ucapan yang keluar dari hati akan sampai ke hati pula
Manakala ucapan hanya  keluar dari bibir tanpa diikuti oleh hati , maka dia hanyalah sebatas  ucapan manis penghias bibir yang tidak akan memberikan kesan apa-apa pada pendengarnya.
Berbicaralah dengan bahasa kasih,
Berbicaralah dengan bahasa hati maka kita akan merasakan  reaksi yang luar biasa,
Ia akan menembus ke hati, indah dan berkesan
Bahasa kasih bagaikan Oase di tengah  padang pasir,
penawar dahaga dikala kehausan,
memberikan kesejukan dalam kekeringan,
mencerahkan  bagi  yang mendengarnya,
juga memberikan harapan dan suplemen kehidupan ditengah-tengah orang  yang putus asa,
ia mampu memberikan keteguhan dikala seseorang terpuruk ,
dan sebagai   penawar  hati dikala duka dan terluka…
Bahasa kasih akan  menumbuhkan kasih  sayang  yang lembut yang hanya bisa dirasakan oleh hati
Pernahkah anda memiliki seorang  teman yang  lama tidak  bertemu?
Bahkan mungkin  juga belum pernah mengenal wajahnya?
Tapi kita bisa merasakan  kesejukan dan ketentraman  di hati.
Disaat sedih kita akan mencarinya.
Disaat bahagia kita ingin berbagi kebahagiaan dengannya.
Disaat duka kita  ingin merasakan  ketentraman  di dekatnya.
Disaat ada beban yang menghimpit  kita juga ingin merasakan kelembutannya  .
Maka dia adalah sahabat anda yang dihatinya tertanam rasa kasih dan sayang.
Atau sebaliknya  ,
Pernahkah anda memiliki teman yang begitu dekat dalam kehidupan  sehari-hari,
sering berjumpa dengannya, selalu  bertegur sapa,
Namun  hati anda terasa jauh dengannya ?,  tidak ada kedekatan  di hati,
tidak merasakan ketentraman di jiwa ,
dan tidak ada ketenangan batin ketika berdekatan dengannya?
Karena anda  takut  suatu saat dia akan membuka rahasia anda, menyebarkan aib anda ?
maka dia bukanlah sahabat anda yang berbicara dengan bahasa kasih.
Seorang sahabat sejati yang berbicara dengan bahasa kasih
tidak akan melukai hati ketika  anda  ada di dekatnya.
Juga  tidak akan membuat anda khawatir bila  jauh darinya.
Ia  tidak akan menimbulkan rasa was-was  dan keraguan di hati .
Ia tidak akan mengorek dan mengungkit   masa lalu  temannya yang  tidak ingin dia ceritakan
Seseorang yang mengerti bahasa kasih ,
tidak akan memaksa orang yang dikasihinya mengatakan sesuatu yang menjadi privasinya,
tidak akan memaksa seseorang  mengorek –ngorek sesuatu yang tidak sanggup dia ucapkan.
Namun dia akan menunggu ketika kata-kata itu  terucap dengan keikhlasan.
Ia akan menutupi  aib sahabatnya sebagaimana dia menutupi aibnya sendiri
Seorang  yang berbicara dengan bahasa kasih
menerima anda sebagaimana adanya anda sekarang
bukan berdasarkan bagaimana anda dahulu dan masa lalu anda
Ia tidak akan mampu membuat  orang yang disayanginya  terluka .
karena dia menyayangi dengan hati, berbicara dengan bahasa kasih
Seseorang  yang  mengerti bahasa kasih  ,
tidak hanya mampu mendengar  apa yang keluar dari bibirnya saja,
bahkan dia juga  mampu membaca apa yang tidak terucap dari bibir orang yang disayanginya.
Adakalanya kita mempunyai seorang teman  yang kita rasakan dekat ,
tiba-tiba dia harus pergi dan meninggalkan kita. Bila diantara kita tidak ada yang saling menyakiti, melukai  dan perang dengan kata-kata yang menyakitkan,maka yakinlah  bahwa diri anda tidak benar-benar kehilangannya. Suatu saat dia akan kembali  mencari anda, mendekati anda dan menjadi sahabat anda selamanya. Karena didalam hatinya  juga merasakan bahasa kasih yang pernah anda tanam dihatinya. Karena dia dapat merasakan  ketentraman dengan anda sebagai sahabatnya,  Bahwa dalam diri anda  ada mutiara berharga yang tidak mungkin terlupakan.Yang disirami dengan  cinta , yang berbunga  kasih  sayang, Yang dipupuk dengan keikhlasan dan membuahkan  sebuah mutiara berharga , “Mutiara kasih “
Bila kita mampu memahami dan berbicara dengan bahasa kasih,
maka yakinlah kita tidak akan pernah kehilangan sahabat-sahabat terbaik kita.
Seseorang   yang berbicara dengan bahasa kasih akan memancarkan aura kebahagiaan dan ketentraman bagi dirinya sendiri dan orang lain  yang berada disekitarnya.
Kehadirannya menghadirkan kehangatan
Ucapannya memberikan kesejukan
Candanya menambahkan  kesegaran
Diamnya memberikan ketentraman
Sudahkah diri ini  memiliki bahasa kasih  yang tumbuh subur dihati ?
Yang tangannya terulur menaburkan bibit-bibit kasih sayang  dengan sesama,
Yang  kelak akan  menumbuhkan kehidupan  baru bertabur cinta
dan kehidupan  bagi diri sendiri dan lingkungan sekitarnya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s