Jokowi Jadi Presiden, Basuki Belum Siap Jadi Gubernur

JAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, suasana politik semakin memanas. Nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo unggul di hampir seluruh lembaga survei sebagai calon presiden paling berpotensial.

Partai Gerindra yang turut mendukung Jokowi menjadi Gubernur DKI pun mulai ketir-ketir dengan sokongan publik terhadap Jokowi. Gerinda bahkan secara terang-terangan meminta PDI-Perjuangan (partai tempat Jokowi bernaung) untuk dapat mendukung Jokowi menyelesaikan tugasnya sebagai Gubernur DKI selama lima tahun ke depan.

Lantas, seperti apa tanggapan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, pasangan Jokowi, yang juga merupakan kader Partai Gerindra?

Basuki menjelaskan, sejak awal mengusung Jokowi-Basuki sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, Partai Gerindra memintanya untuk menyukseskan kinerja Jokowi di Ibu Kota. “Arahan dari Partai Gerindra jelas, bahwa saya harus membuat Pak Jokowi sukses menjadi Gubernur DKI, tidak ada arahan lainnya,” kata Basuki di Balaikota Jakarta, Kamis (5/9/2013).

Dalam kesempatan itu, mantan Bupati Belitung Timur itu menampik tegas jika dirinya mulai berbeda visi dengan pasangannya menyusul mulai memanasnya konstelasi politik menjelang Pilpres 2014.

Bagaimanapun, Basuki tetap mendukung apa pun keputusan Jokowi terkait Pilpres 2014 mendatang. Di mata Basuki, Jokowi merupakan salah seorang contoh kader partai yang baik.

Menurutnya, seorang kader partai yang baik harus didorong karier politiknya untuk lebih maju.

Namun, secara guyon, Basuki mengaku belum siap bila kelak Jokowi menerima pinangan sebagai capres RI 2014.  “Kalau (saya) jadi gubernur, harus pindah kantor ke lantai bawah dong. Kalau di ruangan yang sekarang, kan lebih enak bisa lihat Monas. Kalau ruangannya di bawah, enggak bisa lihat Monas lagi,” seloroh Basuki.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengkritik wacana yang berkembang agar PDI Perjuangan mengusung Jokowi sebagai calon presiden periode 2014-2019.

Menurutnya, Gubernur DKI Jakarta itu masih memiliki utang untuk menyelesaikan persoalan Ibu Kota.

Muzani menjelaskan, secara prinsip, pihaknya akan menghormati keputusan semua partai politik untuk mengusung seorang tokoh menjadi calon presidennya. Mengenai Jokowi, kritik ia sampaikan karena PDI Perjuangan sempat berjanji akan mendukung Gerindra pada 2014 sebagai kompensasi dukungan Prabowo kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada 2009 lalu.

“Kami hanya ingin mengingatkan Jokowi pernah janji kepada kami dan rakyat Jakarta untuk berkonsentrasi mengurus Jakarta,” kata Muzani.

Ketua Fraksi Gerindra ini menegaskan, kritik itu ia sampaikan bukan karena khawatir dengan elektabilitas Jokowi yang terus meroket sebagai capres. Apa pun risikonya, kata Muzani, ia akan terus berupaya mengingatkan Jokowi dan PDI Perjuangan mengenai hal itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s