Korban Keracunan Berjatuhan, Hari Ini Hasil Lab Dibeberkan ke Publik

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Tania (23), warga Kecamatan Paal II Manado, kaget dan baru menyadari selama empat hari diinfus di Rumah Sakit TNI AD Wolter Mongisidi Teling Manado, ternyata akibat makan Es Brenebon di Restoran KB di salah satu mall.

“Saya makan roti kepang dua, roti keju spesial, dan es brenebon avokad,” ujar Tania saat ditemui Tribun Manado, Kamis (30/10), di ruangan RS tempat ia dirawat.
Ia pun menceritakan kejadian sebelum ia terbaring di rumah sakit. Awalnya, Minggu (26/10/2014), ia bersama teman perempua, sekitar pukul 13.00 Wita, menuju Bioskop 21 di Mantos, untuk menonton Dracula Untold.

Namun karena jam tayangnya pukul 16.30 wita, Tania dan temannya pun pergi mencari makan di Resto RB Mantos.” Lalu makan Es Brenebon Advokad favorit saya,” tuturnya kemudian menambahkan, temannya juga memesan makanan, namun tidak memesan Es Brenebon sehingga dia baik-baik saja.

“Saya makan es itu perlahan hingga habis,” tambahnya. Sejam kemudian, mereka pun meninggalkan restoran itu kemudian menuju ke tempat karoke keluarga. Di sana mereka mengahabiskan waktu dua jam. Setelah itu mereka pun kembali ke bioskop Mantos untuk menonton film itu.

Sekitar pukul 19.00 wita mereka selesai menonton dan meninggalkan Mantos menuju ke Megamall. “Sampai di situ kami belum makan apa-apa, tapi perut saya mulai sakit,” kata dia lagi usai diganti cairan infusnya.

Mereka berdua pun pulang ke rumah, hingga pukul 21.00, efek dari Es Brenebon itu mulai muncul. Perutnya tambah sakit, beberapa kali buang air besar cair. Tak lama kemudian Tania pun tidur, namun tak bisa tidur karena merasa pusing hebat.

“Saat saya buang angin lewat mulut, seluruh makanan pun ikut keluar. Pokoknya di kamar saya seakan banjir dengan muntah,” bebernya yang saat itu didampingi ibunya, kemudian menambahkan, saat itu badan demam tinggi, menggigil hingga kejang-kejang.

Ibunya pun yang tampak kebingungan dikamarnya, pada malam itu sekitar pukul 23.00 langsung membawanya ke RS Wolter Mongisidi. Setelah di rumah sakit, dokter coba berbincang dengannya. Sama sekali ia tidak menduga hal itu, sehingga ia menjawab sakit maag. “Saat itu mulut sulit bicara, terasa gemetar,” tambah Tania.

Terpisah, di RSUP Prof Dr RD Kandou Malalayang, berdasarkan keterangan perawat di Irina C1, C2, dan Irina E, tempat penyakit dalam orang dewasa dan anak-anak, tidak ada pasien yang terkait keracunan es brenebon Kawan Baru.

Begitu juga dengan pihak Siloam Hospital Manado, pihak mereka tidak ingin menyebutkan jumlah pasien akibat keracunan itu. Sedangkan Wakil Wali Kota Manado Harley Mangindaan yang dirawat inap pada lantai lima kamar 5319 dan 5320 bersama kedua anak dan adik iparnya, tidak ingin memberi komentar. “Bapak sedang istirahat, tidak bisa diganggu. Kemungkinan besok beliau sudah sembuh,” ucap seorang petugas yang berjaga di depan ruangannya.

Keluarga Steve Menunggu

Isak tangis di rumah duka tepatnya di Mess Mantos tiga, Kamis (30/10/2014). Steve Immanuel Waroka (4), anak pertama dari dua bersaudara buah hati Deimer Waroka (27) dan Tirsa Tiwou (25).

Steve bersama ibunya Tirsa Tiwou juga sepupunya Audy Rilly, Senin 16.00 wita, makan di Resto KB Mantos.

Audy Rilly sekarang sedang di rawat di RS Wolter Monginsidi. Dikatakan Tirsa Tiwou saat makan di KB mereka memesan nasi goreng dan Kacang Alpukat Durian campur Brenebon. “Pulang dari makan di KB saya bolak balik ke toilet, buang air besar hanya keluar air,” tutur Tirsa yang masih terbaring di Mess Mantos.

Lanjut Tirza, es nya rasa manis sekali, ”Saat itu saya makan Nasi Goreng Seafood, Es Kacang Durian Alpukat. Steve sempat makan es brenebon tapi dia bilang ma so nemau, ini pengalaman kalau makan di RM, harus berhati-hati,”ujar Tirza.

Rabu pukul 07.00, Steve di larikan ke rumah sakit Teling Karena panas tinggi dan mual-mual kemudian di rujuk ke RS Kandou, sempat di rawat beberapa jam dan meninggal pukul 06.00 Wita Kamis (30/10/2014).

“Anak saya tidak memiliki riwayat penyakit, setelah memakan menu es brenebon itu baru dia mulai merasakan sakit,” tutur Deimer Waroka.

Lanjutnya untuk otopsi tidak ada penawaran, kalau otopsi dia tidak sudi anaknya dibongkar karena dia meninggal dengan keadaan yang dirasakan siksa. “Bercermin dari kasus ini siapapun dia harus cepat menangani kasus seperti ini. Jujur dari medis hingga sekarang tidak memberikan hasilnya, ” ujarnya.

Sedangkan hasil penyelidikan laboratoriam Dinas Kesehatan dan BPOM berkaitan dugaan racun di bahan makanan RM Kawan Baru akan diumumkan besok (hari ini).

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Manado dr Robby Mottoh.”Coba cek lagi besok (hari ini) sebab butuh proses lab tidak sembarang,” ujarnya saat dikonfirmasi Tribun Manado.

Menurutnya dalam uji lab perlu waktu beberapa hari. “Ada proses pembiakan agar kuman dapat dilihat dan proses pembiakan biasanya sampai 3 hari,” jelasnya.

Mottoh juga mengimbau agar masyarakat yang merasa makan di tempat yang sama dan memiliki gejala sakit yang sama untuk segera berobat agar tidak ada korban lagi.

“Semua mereka sudah berobat baik pada dari swasta dan RS dan kami mengimbau yang merasa salah makan dengan gejala-gejala pusing, mual, diare agar segera ke dokter, puskesmas terdekat,” ungkapnya.(alp/fer/dit)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s